PENGALAMAN BACKPACKER KE JEPANG MURAH (KYOTO-TOKYO) PART 2

Budget Backpacker ke Jepang 8 Hari - Melanjutkan sharing pengalaman ke Jepang hemat dengan rute Osaka - Kyoto - Tokyo. Di PART 1 saya sudah membagikan pengalaman mulai dari hari persiapan ke Jepang, mengelilingi Osaka, hingga hari ke 3 (Tiba di Kyoto). 

Photo by Sorasak on Unsplash
HARI KE 4 (KYOTO)
Di Kyoto ini kami hanya menyisihkan waktu untuk jalan jalan seharian karena malamnya sudah harus lanjut ke Tokyo dengan menaiki bus malam. Sedikit review tentang hotel backpacker yang kami tempati di Kyoto ini yaitu Kyoto Tsukiusagi ini cukup nyaman karena disini sangat lengkap untuk backpacker.
Disini ada coin laundry di lantai 2, hingga dapur dan ruang tamu yang sangat luas di lantai 2 juga. Untuk tipe kamar bunk bed selama di Jepang memang hotel ini yang paling bagus kamarnya.


Hotel ini jaraknya 1 menit jalan kaki dari stasiun subway ISHIDA, sedangkan untuk JR Line dan Keihan Line membutuhkan sekitar 20 menit jalan kaki. 
Karena dekat dengan stasiun subway sehingga kami membeli pass subway 1 hari di mesin tiket langsung dan berguna juga untuk mengelilingi tempat di Kyoto yang tidak dijangkau oleh Keihan Line (Kyoto-Osaka Sighteeing Pass) yang kemarinnya sudah kita beli. Kyoto Subway ini harganya JPY 600

FUSHIMI INARI

Tempat pertama yang kami datangi adalah Fushimi Inari dengan Kyoto-Osaka Sighseeing Pass menuju ke Fushimi Inari Station. Ini merupakan salah satu tempat yang menjadi ciri khas dengan gerbang kayu kayu yang ada. Kenapa memilih kesini terlebih dahulu, karena untuk berfoto foto disini paling bagus pagi pagi saat belum terlalu banyak orang. 
Fushimi Inari ini ternyata tempatnya sangat luas, dan jika kamu memiliki waktu untuk mengitarinya bisa menanjak hingga keatas karena ini merupakan dataran tinggi pegunungan. Di semakin tinggi kamu naik juga akan ada kawanan monyet diatasnya. Karena tidak memiliki banyak waktu, kamu hanya menuju ke spot utama untuk berfoto foto. 

TEMPLE HUNTING

Niat hati berkunjung ke ROKUHARAMITSUJI TEMPLE, ternyata di sepanjang jalan ini banyak sekali spot spot kuil yang lokasinya berdekatan loh jadi kamu bisa eksplor saja dengan berjalan kaki, disini kami tidak mengikuti itinerary tapi hanya mengikuti keramaian wisatawan dan sampailah di beberapa spot kuil yang cantik cantik.




Di daerah ini juga banyak sekali tempat penyewaan kimono, sesuai banget dengan suasananya yang kental banget. Yang jangan dilewatkan juga adalah mencoba ice cream matcha, sepengamatan saya di kyoto, didaerah ini dekat kuil termasuk yang termurah yaitu JPY300, dimana banyak toko toko yang biasanya menjual JPY400-500 untuk es krimnya. 

Masih dengan mengikuti arus keramaian di daerah ini banyak sekali spot spot cantik yang akan kita temukan, percaya saja semakin ramai orang disana berarti semakin bagus spot tersebut. 
Jalan jalan akhirnya mengarahkan kami ke dekat Museum Ryozen, masih di seputaran musuem ini juga terdapat beberapa kuil lagi ada yang gratis masuk sampai halamannya ada juga yang bayar. 
Ryozen Kannen Temple

Satu kuil yang cukup menarik juga adalah Ryozen Kannen Temple yang merupakan kuil Dewi Kwan Im, kami masuk kesini dengan tarif JPY300. Ada patung dewi kwan im yang sangat besar terlihat dari depan. Uniknya disini ada sebuah bangunan kecil berbentuk seperti bola, nah dipercaya berkeliling spot tersebut dan menggantungkan keinginan kamu disana, nantinya akan tercapai. 

Setelah berkeliling satu lagi kuil yang ada disampingnya, kami menuju ke Hokanji Temple masih dengan berjalan kaki, ini merupakan spot terkenal di Kyoto yang sangat bagus dengan bangunannya yang sangat unik. Biasanya disini menjadi spot untuk prewed dan lainnya. 

GION
Photo by Han Min T on Unsplash

Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju daerah Gion dengan berjalan kaki, Gion ini terkenal dengan Geishanya tapi sayangnya juga berfoto foto disini dilarang ada dendanya USD100. Salah satu penyebabnya karena Geisha disini merasa terganggu dengan kelakukan wisatawan ada juga yang brutal dengan menarik Geisha untuk berfoto. 

MAKAN SIANG GYUKATSU
Dari Gion karena sudah cukup siang jam 2 akhirnya kami berkeliling mencari makan, pilihan jatuh kenapa Gyukatsu, makanan khas Jepang yang wajib kamu coba. menjadi resto Gyukatsu terbaik, pilihan jatuh kepada Gyukatsu Katsugyu lokasinya di gang kecil tapi cukup ramai. 

Satu set Gyukatsu termurahnya di harga JPY1380 tergantung dengan kulitas daging yang kamu pilih. Untuk menu set ini kamu bisa refill nasi sepuasnya juga. 
Lokasi tempat ini juga dekat dengan sebuah tepian sungai dan jembatan penghubungnya yang indah, jadi kamu juga bisa sekaligus mengelilingi tempat ini.

ARASHIYAMA BAMBOO FOREST

Jam 4 sore kami menuju ke Arashiyama Bamboo Forest, dikarenakan Keihan Line tidak sampai didekat tempat ini akhirnya kami membeli tiket JR Line tambahan JPY220. Jangan ikuti google maps kalau tidak mau nyasar seperti kami, ternyata google tidak mengarahkan ke spot yang tepat hutan bambunya, kami malah nyasar ke tepi sungai di seberangnya yang cukup jauh dan lebih dekat dengan Arashiyama Monkey Park. Ini adalah spot jika ingin melihat monyet dataran tingginya jepang yang sedang berendam air panas.

Alhasil kami kembali menyeberangi jembatan dan terdapat sebuah taman cantik sebelum sampai di Bamboo forest yaitu Tenryu-Ji Sogenchi Garden, yang bisa kamu masuki dan cukup menarik karena memiliki spot spot rumah tradisional Jepang. Karena ini sedang winter jadi bunga bunga sedang tidak ada. 

Tidak jauh dari tempat ini, dengan memasuki sebuah jalan kecil adalah pintu masuk menuju ke Bamboo Forestnya. Ada tips untuk kalian yang ingin berfoto bagus jika sedang ramai, jadi disini adalah sebuah jalanan pribadi yang biasanya hanya rickshaw yang boleh masuk. Nah kamu tidak perlu masukke dalam karena ada larangannya, jadi kamu cukup foto didepannya.


Jadi di Jepang itu ada satu coffee shop yang terkenal namanya % Arabica yang sudah membuka cabang di Singapura dan di tahun 2020 ini akan membuka cabangnya di Indonesia tepatnya di Jakarta dan Bali. Karena penasaran saya mencoba coffee shop yang satu ini, walaupun tempatnya sangat kecil di sudut jalan dekat bamboo forest, beli kopinya harus ngantri loh. 
Dan untuk duduk di dalam coffee shop ini pun ada harga perjamnya loh, dan kalian bisa duduk di depannya supaya gratis. Yang difoto ini lattenya seharga JPY400, jujur kalo dari rasa menurut saya lebih enak kopi kopi di coffee shop di Bali seperti Revolver, lebih kuat kopinya. 

BERSIAP KE TOKYO
Nah karena malamnya kami harus menaiki bus ke Tokyo, jadi jam 6 sore kami pualng ke hotel karena hotel yang kami pesan 2 malam. Nah untuk trasportasi pulangnya ini bukan lagi dari stasiun JR Line, tapi dengan Tozai Line sejenis tram lokalnya Kyoto dengan tarif JPY110 dan disambung dengan subway pass kita menuju ke hotel.
Untuk makan malamnya kita beli di lawson dekat hotel seharga JPY350 dengan banyak variasi makanannya. Dan akhirnya kami istirahat sebentar sambil menunggu jam bus kami yaitu jam 11 malam. 

Disini kita naik bus yang paling murah yang sudah dipesan online Rp 670.000 karena perjalanan juga cuma 6 jam ga terlalu penting pake bus mahal. Busnya sampai seperti bus antara kota di Indonesia, untuk terminal bus yang dipesan ini letaknya di depan mall Kyoto Avantie dan benar benar tepat waktu. Untuk willer bus berbeda terminalnya jadi pastikan dulu bus kamu. Nantinya bus diperjalanan akan stop 3x untuk ke toilet. 

Total di Hari ke 4 : Kyoto Subway JPY600 + Ryozen Kannen Temple JPY300 + Makan siang JPY 1380+ Transportasi tambahan JPY330 + Makan malam JPY 350 + Bus Rp 670.000 = Rp 1.042.960

(Rate waktu ke Jepang Rp 124-130, diambil rata rata Rp126)

Ditulisan selanjutnya saya akan membahas tentang sisanya yaitu di Tokyo bonus itinerary saya.  Semoga tulisan ini bermanfaat 
Helga Christ Currently living in Bali

0 Response to "PENGALAMAN BACKPACKER KE JEPANG MURAH (KYOTO-TOKYO) PART 2"

Post a Comment

Iklan Bawah Artikel