Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

BERBAGI PENGALAMAN MENJADI KONTRIBUTOR DI TRAVELINGYUK

*UPDATE: KONTRIBUTOR SEMENTARA DI BERENTIKAN KARNA PERUSAHAAN PAILIT*

Kontributor di Travelingyuk ? Berawal dari menjelajahi timeline di google membawa saya mencari kira kira dimana tempat yang bisa menampung tulisan saya namun diberikan imbalan. Waktu itu saya menemukan sebuah blog milik seseorang yang membagikan pengalamannya menjadi kontributor di travelingyuk.




Sebelumnya saya aktif hingga akhir hayat NET Citizen Journalist di tahun 2018 dengan mengirimkan video video ala NET Citizen Journalist yang waktu itu dibayar Rp 295.000 setiap video saya tayang. Karena program NET Citizen Journalist tutup dan saya pun mencari cari program Citizen Journalist lainnya juga banyak yang sudah tutup atau yang masih bertahan namun tidak memberikan imbalan berupa uang. Sebagai seorang freelance, untuk bertahan hidup tentunya kita membutuhkan pekerjaan mengisi konten yang menghasilkan bukan. 

Baca juga : Berapa Biaya Hidup di Bali


Barulah pada Desember 2018, saya mencoba mengirimkan satu artikel saya di travelingyuk, pada waktu itu kita hanya bisa mengirim artikel, tidak seperti sekarang ini yang sudah menerima video dan foto. Saat pertama kali saya menulis artikel tentang Snoopy World di Hong Kong dengan pengajuan harga 75.000 dan diterima redaksi. Singkat cerita hingga 1 tahun berlalu, sekarang di perhujung tahun 2019 tentunya ada banyak sekali perubahan. Disini saya ingin berbagi untuk teman teman yang mungkin ingin tahu sistem kontributor di travelingyuk ini gimana

Mulai dari sekitar bulan Juli / Agustus, disini mengalami perombakan besar besaran. Jika sebelumnya kontributor masih sedikit, sekarang ini sudah sangat banyak karena sangat gencar gencaran di promosikan untuk menjadi kontributor. Lalu apa dampaknya? 

KONTRIBUTOR ARTIKEL

Dampak yang paling terasa adalah persaingan, ingat rasanya pada awal tahun 2018. Dimana saya bisa menulis artikel 1 hari itu paling sedikit 3 buah, tentunya hasilnya lumayan sekali jika misalnya 1 artikel paling rendah di harga Rp 75.000 bukan? apalagi pada saat itu foto foto bagaimana pun asal original hasil jepretan kamu pasti akan diterima.  Namun bagaimana dengan sekarang? Karena banyaknya kontributor yang masuk, memungkinkan kiriman artikel yang terlalu banyak ke redaksi sehingga sekitar 3 bulanan ini menjadi sangat ketat dimana foto yang kalian lampirkan harus benar benar bagus (seperti hasil jepretan fotografer profesional). Kalau tidak ya pasti akan kena imbas di harga artikel. 
Saya beri contoh beberapa bulan ini saya perhatikan jika mengirim artikel dengan 8 foto dan ada foto saja yang dianggap jelek maka harga akan terjun bebas dari yang misalnya harga Rp 100.000 untuk diatas 500 kata artikel + 8 foto original,  waktu itu artikel saya dihargai Rp 30.000. Saya pun kurang mengerti sistem penilaian foto sekarang untuk artikel gimana, karena untuk menemus harga artikel Rp 100.000 sangatlah sulit, tidak semudah dulu. Ada lagi artikel yang paling miris dihargai Rp 15.000 dan Rp 20.000 padahal dimuat dengan 500 kata minimal dan 8 foto sendiri menggunakan kamera mirrorless. Kecewa? Tentu, apalagi jika artikel yang kita kirim sengaja kita liputan untuk ini.

Tapi balik lagi yang namanya berstatus freelance, ya tidak bisa menuntut apa apa. Bersyukur saja anggap saja subsidi uang makan. Jika kamu berpikir menjadi kontributor di traveling bisa menjadi pekerjaan tetap yang menghasilkan perbulannya? Sebaiknya tidak, apalagi dengan yang sekarang ini harga yang kurang bersahabat kecuali artikel kamu benar benar unik dan fotonya bagus bagus. Dulu ada sistem bonus yang membuat kontributor bersemangat, tapi sekarang belum ada kabar kelanjutaannya tentang program bonus tersebut.

KONTRIBUTOR FOTO DAN VIDEO

Tidak dipungkuri jika menulis 500 kata bukanlah hal yang mudah bagi kebanyakan orang. Lalu sekarang ini saya lebih banyak mengirim foto dan video disini. Sebagai gambaran untuk teman teman. Foto foto saya untuk 5 foto dalam 1 album itu biasanya dihargai Rp 50.000. Dan video dihargai Rp 100.000/ video paling tinggi. Harus diketahui bahwa seleksi video sangat ketat, semisalnya mengirimkan 9 video, bisa jadi hanya 2 video yang diterima dan dengan harga dibawah Rp 100.000 juga tentu bisa. Karena biasanya harga tidak selalu sama dengan yang tertulis di SOP. 

Baca Juga : Keuntungan Kuliah di Bali


PEMBAYARAN HONOR?
Di dashboard kontributor nantinya akan ada rincian pendapatkan kamu yang bisa dicairkan jika sudah terkumpul minimal Rp 500.000 ke akun rekening bank kalian yang nantikan akan dipotong pajak. Untuk proses pencairan ini memakan waktu 1 bulan lamanya, terkadang jika cepat 3 minggu sudah cair. 

Satu hal yang sangat membantu jika kamu memang pekerjaannya adalah freelance, di travelingyuk ini bisa membantu menyediakan keterangan surat freelance yang tentunya sangat berguna untuk beberapa keperluan (misalnya untuk pengurusan VISA).

Jadi menurut saya memang untuk menjadi kontributor di travelingyuk ini sebaiknya untuk menjadi tambahan saja untuk teman teman yang menyalurkan hobi bercerita, jangan jadikan penghasilan utama karena sistem freelance memang kita harus mengikuti perusahaan. Saran dari saya majukanlah blog kalian sendiri, karena keenakan menjadi kontributor dengan uang yang lebih instan dari pada adsense saya akhirnya blog sendiri tidak keurus. Malah saya sudah menulis di travelingyuk lebih dari 300 artikel, namun di blog sendiri 150 artikel juga belum sampai. Padahal jika kalian rajin mengurus rutin blog kalian bisa jadi pendapatan pasif kalian akan lebih menghasilkan loh. 

Post a Comment for "BERBAGI PENGALAMAN MENJADI KONTRIBUTOR DI TRAVELINGYUK"