BACKPACKER KE PANTAI ORA, PULAU SERAM MALUKU MURAH

By HelgaChrist - February 13, 2019

Kalo dulu ditanya tentang Maluku, otomatis muncul di otak gw kata Ora atau Pulau Seram efek baca majalah di pesawat. Pernah liat cara tour ke sana lumayan bikin ga jadi punya niat niat kesana, bayangkan harga tour 3 hari sama dengan harga backpacker gw 2 minggu ke Asia akhirnya sempat tercoret di dalam daftar wishlist gw saat ke Maluku pertama kalinya di Juli 2018.

Di tahun yang sama tepatnya di Desember, ga nyangka gw bakal kembali lagi ke Maluku. Kalo kata orang sih udah jatuh cinta sama Maluku, mulai dari alamnya, orang-orangnya dan kenangannya yang masih berbekas. 1 bulan di Maluku gw kira cuma bakal stay di Ambon saja eh ternyata keliling juga salah satunya ke destinasi Pantai Ora, Pulau Seram yang katanya mahal. 


ora beach resort
Baca juga : Tempat Wisata di Kei Island, Maluku Tenggara
Baca juga : Mengunjungi Pulau Molana di Maluku


Dengan bantuan yang punya Maluku, Bung Glen (@provokatorpantai)oh iya bung glen juga yang punya moluccan trip jadi kalo mau ke maluku kemana aja bisa dianterin langsung dm aja ke ig nya. gw, April, sama si bule gila Dania memutuskan untuk pergi ke Ora bener bener tanpa persiapan. Bayangin baru dibilangin eh besok subuh kita gas ke Ora ya padahal ya ngomong udah jam 10 malem coba. Kita cuma merencanakan 2 hari 1 malam aja di sana karna mengejar kapalnya si Bule malemnya ke Sorong. 

Persiapan
Sebenernya menekan budget ini kuncinya cuma 2 yaitu transportasi dan akomodasi. Karena menekan budget awalnya kita maunya bawa motor menyeberang pakai kapal ferry dari pelabuhan liang, akhirnya Bung Glen berhasil mendapatkan pinjaman mobil untuk kita ber 4 pergi. 

Hal yang harus disiapin tentunya uang tunai, makanan dan minuman yang cukup, alat snorkeling (optional), kalo untuk menekan budget sebaiknya kamu membawa hammock atau tenda, yang paling penting juga membawa powerbank dan kamera ya.

Perjalanan ke Pantai Ora
Perjalanan kami mulai dari kota Ambon menuju pelabuhan Liang untuk menyeberang ke Pulau Seram. Saat itu kami sampai di pelabuhan sekitar jam 5 subuh, karena juga ngantri dengan mobil-mobil lain kita masuk kapal itu sekitar jam 7 pagi. Perjalanan ke Masohi (Pulau Seram) ini cuma 1 jam kok, dengan harga tiket untuk 1 mobil dan 4 orang sekitar Rp 180.000

Baca juga : Mengelilingi Pulau Saparua di Maluku Tengah

Enaknya naik kendaraan sendiri itu kita lebih hemat waktu, kalo naik bus ke masohi tentunya cukup memakan waktu dan biaya karena harus stop dulu mengganti ke mobil sewaan lagi ke Desa Saleman (pintu masuk ora). Jam sekitar jam 9 pagi kami sudah turun dari kapal dan menginjakan kaki ke Pulau Seram. Untuk bisa ke Ora kalian harus menuju ke Desa Saleman dan lokasi itu yang menjadi tempat untuk kita bermalam hari ini. Karena perjalanan ke Desa Saleman ini cukup jauh yaitu sekitar 5 jam mengitari pegunungan dengan sisi jurang, dan pom bensin yang cuma ada 1 buka waktu itu jadi disarankan mempersiapkan bensin kalian, kalo kalian naik motor isi dulu bensin cadangan di botol.

Sekitar jam 3 sore kita sampai di Desa Saleman dan kita parkir mobil di desa ini. Sebenernya ada beberapa opsi menginap untuk kalian;
- Air Belanda (Camping & Homestay)
- Desa Saleman (Homestay)
- Pantai Ora (Resort)


parkir di desa saleman


Bermalam di Air Belanda 


pelabuhan desa saleman

Dikarenakan budget yang sedikit kami memilih opsi camping di air Belanda, dari desa saleman kita menyeberang dengan kapal nelayan ke Air Belanda. Nah disini kamu harus pintar pintar mencari kapal untuk sekalian booking besok paginya jalan jalan mengelilingi pulau. Kata April harganya sekitar Rp 150.000/kapal saat itu. Kita juga makan malam di salah satu homestay disana dengan Rp 50.000 kita bebas makan lauk yang disediakan. 

Ketika malam datang, angin bertiup cukup kencang, akhir kami para wanita memutuskan untuk menyewa kamar di homestay untungnya masih ada 1 kamar yang kosong dengan harga Rp 300.000/kamar lalu kami bagi 3. Oh iya listrik di air belanda cukup terbatas karena masih menggunakan generator maka dari itu harus mempersiapkan powerbank yang cukup besar. Dan keesokan paginya kami sarapan pisang goreng di homestay dengan membayar Rp 12.000/porsi

Menuju ke Pantai Ora



Jam 9 pagi, kapal yang dipesan semalam sudah sampai ke homestay kaki bergegas naik, sebelum ke ora, kami melakukan tour keliling pulau terlebih dahulu. 
Pertama tama kita menuju sebuah tebing yang cantik dengan air yang sangat transparan cantik sekali, 





tebing pertama

lalu kita melanjutkan perjalanan ke sebuah spot goa, kalo kamu punya cukup nyali seperti teman teman gw ini, kalian bisa masuk ke goa bawah laut ini, tentunya gw cuma jadi seksi dokumentasi di atas kapal seperti biasa. 


spot tebing
goa bawah laut


Setelah cukup puas sekitar jam 11.30 siang kita menuju ke Pantai Ora, kalo melihat foto foto di internet yang menjadi ikon dari Ora sendiri adalah resortnya, meskipun dilarang foto untuk tamu di luar hotel, tetep kita curi curi foto masuk sedikit hehe. 


ini dia Dania si bule gila


Pemandangan di Ora ini memang indah karena pantainya ini terletak di balik kaki bukit sehingga ada kabut kabut tipis yang menyelimuti. Pantainya juga putih bersih banget, bisa juga snorkeling disini. Sebenernya ada 1 destinasi lagi dekat sini namanya pulau 7, tapi karena kita ngejar waktu kita ga bisa kesana. Setelah puas berkeliling, jam 12 siang kita menuju kembali ke desa saleman untuk langsung menuju pelabuhan.

Sampai di Pelabuhan sekitar jam 5 sore, dan kami akhirnya naik kapal sekitar jam 7 malam. Pengalaman berharga akhirnya bisa sampai kesini dengan budget yang sangat minim, hitung hitung saat itu kami habis tidak sampai Rp 500.000/orang. Terima kasih banyak Bung Glen yang punya Maluku

Baca juga : Tips Backpacker ke Kei Island

Selain Pulau Seram, gw juga nekat mampir ke Pulau Sarupua, Molana yang nantinya bakalan gw update di cerita selanjutnya ya!






  • Share:

You Might Also Like

2 comments