POTENSI EKOWISATA DI DESA MENGESTA, KABUPATEN TABANAN, BALI

By HelgaChrist - April 16, 2018

Hi Welcome back to my jurnal! Kali ini gw mau ngebahas tentang salah satu desa indah yang masih jarang dikunjungi wisatawan yaitu Desa Mengesta. Desa Mengesta ini terletak bersebelahan dari daya tarik wisata Jatiluwih yang sangat terkenal. Berawal dari tugas matakuliah ekowisata kita awalnya pergi ke Desa Wongaya Gede  dimana terdapat gunung batukaru yang biasanya dijadikan spot untuk trekking yang berada disebalahnya. Namun sayangnya, Desa Wongaya Gede tidak terlalu welcome dengan pariwisata akhirnya pak kepala desa merekomendasikan desa sebelahnya yaitu Desa Mengesta.



Check Video berikut:







Nah lanjut saja kita bahas tentang profil dan apa saja hal menarik yang bisa dilakukan. Disini kita mencoba menggali potensi-potensi wisata yang ada di Desa Mengesta untuk dijadikan paket ekowisata tentunya dengan konsep konsep dari ekowisata yaitu Konservasi, Ekonomi, dan Pendidikan. 

PROFIL DESA MENGESTA


1. Letak Geografis
Mengesta adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Mengesta merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian kurang lebih 450 meter di atas permukaan laut dengan luas wilayah 880,192 Ha. Suhu rata-rata harian di Desa Mengesta adalah 240 C. Jarak Desa Mengesta dengan ibukota Kabupaten Tabanan adalah 14 km dan dapat ditempuh dengan waktu tempuh 30 menit. Sedangkan jarak dengan ibukota Provinsi Bali (Denpasar) dapat ditempuh dalam waktu 1 jam 45 menit dengan kendaraan bermotor.

2. Kondisi Fisik Alamiah
Ketinggian rata di atas permukaan air laut dari obyek Desa Mengesta ini sekitar ±35 mDPL dengan konfigurasi lahan berbukit dan jenis material tanahnya yaitu tanah gambut. Temperatur udara di obyek ini sangat sejuk karena dikelilingi oleh persawahan. Temperatur rata-rata tahunannya adalah ±27-28ºC, maksimum tahunannya adalah ±28ºC dan minimum tahunannya adalah ±27ºC. Kondisi lingkungan dan kebersihan/sanitasi di Desa Mengesta ini sedang, dengan jenis ground cover tanah gambut. Bentang alam nya terbilang sedang dan visabilitynya sedikit terhalang karena banyak dikelilingi oleh pepohonan.

3. Karakteristik Sosio – Ekonomi – Budaya
Masyarakat di Desa Mengesta terletak di Kabupaten Tabanan yang memiliki potensi alam yang sangat melimpah hinga menjadi salah satu warisan dunia tatanan sawah. Masyarakat Desa Mengesta dengan kebudayaan yang masih sangat kental dan potensi alam yang sangat berlimpah sehingga membuat mata pencarian masyarakat lokal di Desa Mengesta adalah petani dan pegawai negeri.

4. Atraksi Wisata
Jenis-jenis potensi alam yang ada di Desa Mengesta yaitu: areal persawahan dan perkebunan yang luas, sistem terasering persawahan , panorama alam pegunungan, sumber air panas dan spiritual.
Secara rinci potensi tersebut akan diuraikan sebagai berikut:

a. Areal persawahan dan perkebunan yang luas
       Secara geografis desa mengesta termasuk daerah pegunungan dengan ketinggian + 450 m diatas permukaan laut yang morfologi wilayah/bentang alamnya berbukit dengan bentang kawasan persawahan dengan pekebunan dengan kesuburan tanah yang sangat baik. dari luas wilayah yaitu 880,192 ha yang ada, sekitar 422,462 ha digunakan untuk persawahan dan 211,116 ha untuk perkebunan. Berikut adalah areal persawahan di Desa Mengesta.
b. Sistem Terasering Persawahan
Areal persawahan yang luas dengan bentang alam yang berbukit membuat petani menggarap sawahnya dengan system berundak-undak atau berterasering serta pematang sawah yang cukup luas. Berikut adalah system terasering persawahan yang terdapat di Desa Mengesta.
c. Panorama Alam Pegunungan
Desa Mengesta termasuk daerah pegunungan yang berada dekat dengan Gunung Batukaru. Dilihat dari lokasinya Desa Mengesta berada di kaki gunung Batukaru. Berikut adalah panorama alam pegunungan di Desa Mengesta.
d. Air Panas Belulang
Terdapat sumber air panas alami di Desa Mengesta yaitu di Banjar Belulang. Berikut adalah sumber air panas di Desa Mengesta yang sudah terkenal dan dikelola oleh masyarakat bekerja sama dengan investor adalah Air Panas di Desa Belulang yang berdekatan dengan Pura Luhur Batu Panes. Objek ini sering digunakan sebagai tempat permandian, pengobatan penyakit tulang dan kulit dan juga digunakan sebagai tempat penyucian sebagai rangkaian dari wisata spiritual.

Air Panas Belulang


5. Aktivitas Wisata
Di Daya Tarik Wisata ini kita dapat melakukan trekking dengan jarak yang dibagi menjadi 3 yaitu short dan long trek. Selain itu pengunjung juga untuk belajar budaya yang masih sangat tradisional dan sumber air panas yang di miliki Desa Mengesta. Pemandangan yang indah juga dapat dimanfaatkan untuk Photo Shooting.

6. Aksesibilitas
Jalan menuju Desa Mengesta ini merupakan jalan dengan kelas II yang memiliki lebar jalan ± 6 meter tentunya dengan kualitas yang baik. Untuk menuju pusat Desa Mengesta kita harus menempuh jalan -jalan yang ada di pedesaan, telah tersedia jalan setapak dengan lebar ± 4 meter dan panjang jalan ± 500 meter berground aspal yang mengelilingi kawasan ini dengan kualitas yang cukup baik.

7. Kondisi Sarana Wisata
Di Desa Mengesta tidak terdapat sarana wisata yang memadai seperti telepon untuk umum, tempat untuk persembahyangan (mushola), dan jalur untuk penyandang difable, toilet umum. Desa Mengesta hanya ada puskesmas dan tempat persembahyangan (Gereja dan Pura) namun air panas yang di kelola desa sangat memadai.

8. Kondisi Prasarana Penunjang
Sumber daya air di Desa mengesta ini berasal dari air tanah dengan kualits yang masih sangat jernih, rasa iar tawar dan tidak berbau sedangkan sumber daya listrik berasal dari PLN. Tidak terdapat system telekomunikasi untuk public di Desa Mengesta.

9. Pengelola
Pengelolaan Desa Mengesta ini dikelola oleh masyarakat setempat yang di awasi oleh pemerintah Kabupaten Tabanan. Sehinga pemeliharaan dan dana pengembangannya di kelola oleh masyarakat setempat yang bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Tabanan.




POTENSI WISATA

1. Atraksi Wisata Alam
Jenis-jenis potensi alam yang ada di Desa Mengesta yaitu: areal persawahan dan perkebunan yang luas, sistem terasering persawahan, panorama alam pegunungan, sumber air panas dan spiritual. Secara rinci potensi tersebut akan diuraikan sebagai berikut:


a). Areal persawahan dan perkebunan yang luas
Secara geografis desa mengesta termasuk daerah pegunungan dengan ketinggian. + 450 m diatas permukaan laut yang morfologi wilayah/bentang alamnya berbukit dengan bentang kawasan persawahan dengan pekebunan dengan kesuburan tanah yang sangat baik. dari luas wilayah yaitu 880,192 ha yang ada, sekitar 422,462 ha digunakan untuk persawahan dan 211,116 ha untuk perkebunan.

b).  Sistem Terasering Persawahan
Areal persawahan yang luas dengan bentang alam yang berbukit membuat petani menggarap sawahnya dengan sistem berundak-undak atau berterasering serta pematang sawah yang cukup luas. Jika dilihat dari kejauhan atau dalam posisi yang cukup tinggi pemadangan ini sangat menarik dan bagus untuk dijual dalam paket trekking menuju areal persawahan.


c).  Panorama Alam Pegunungan
Desa Mengesta termasuk daerah pegunungan yang berada dekat dengan Gunung Batukaru. Dilihat dari lokasinya Desa Mengesta berada di kaki gunung Batukaru. Dengan areal persawahan yang terbentang luas dan berlatar Gunung Batukaru dengan suhu yang sejuk, sehingga memberikan sudut pandang yang baik jika kita melihat sekeliling daerah ini.

d).  Sumber Air Panas dan Spiritual
Terdapat sumber air panas alami di Desa Mengesta yaitu air panas belulang yang sekarang dikelola oleh swasta dengan menyewa lahannya dari desa mengesta. Daya tarik wisata ini sering digunakan sebagai tempat permandian, pengobatan penyakit tulang dan kulit dan juga digunakan sebagai tempat penyucian sebagai rangkaian dari wisata spiritual

2 Atraksi Wisata Budaya
a. Kerukunan Umat Beragama
Potensi sosial budaya di Desa Mengesta yang paling menarik dan dijadikan percontohan tentang kerukunan umat beragama adalah adanya 3 agama yang hidup berdampingan satu sama lain yaitu agama Hindu, Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Hal ini terjadi di Dusun Piling Desa Mengesta, dari total 800 jiwa jumlah penduduk terdapat 90 orang yang menganut agama Kristen protestan, diikuti 60 orang yang menganut agama Kristen Katolik, dan sisanya mayoritas memeluk agama Hindu. Hadirnya agama Kristen Protestan di Desa Mengesta sudah dimulai sejak tahun 1938 disusul kemudian tahun 1976 hadirnya agama Kristen Katolik. Pemeluk agama Kristen dan Katolik ini sebagian besar hidup di Banjar Piling dan merupakan warga asli Desa Mengesta. Mereka menjadi pemeluk agama Kristen dan Katolik sudah hampir 4 generasi. Kerukunan beragama di Desa tersebut sangat kental terasa dimana jika ada upacara kematian warga, tanpa melihat unsur agama warga diwajibkan secara bergiliran dalam sebuah kelompok yang disebut “Tempekan” untuk bekerja membuat lubang kuburan untuk warga yang meninggal dan melakukan proses “Megebag” yaitu berjaga malam dirumah warga yang meninggal. Kerukunan antar umat tersebut tidak hanya terlihat dalam proses kematian saja namun toleransi dalam kegiatan sosial budaya lainnya.

b. Sistem Subak
Di Desa Mengesta ini terdapat sistem subak sebagai sistem perairan sawahnya. Subak juga telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Hal ini akan sangat menarik bagi para wisatawan.

3. Atraksi Wisata Buatan
Di Mengesta juga terdapat teh beras merah yang di kelola oleh masyarakat lokal sekiar. yang merupakan ciri khas dari Desa Mengesta terkenal dengan ciri khas oleh-oleh teh beras merah yang sangat segar dengan rasa yang sangat unik. Harga mulai dari 30 sampai dengan 60 ribu yang untuk 100G teh beras merah. Teh beras merah snagat baik di konsumsi untuk menurunkan berat badan, pencernaan, pengontrol gula darah, menjaga kesehatan tulang dan sumber anti oksigen.
Beras hitam merupakan salah satu produk yang di hasilkan di Desa Mengesta dengan tingkat produk yang sangat di cari oleh wistawan karena memiliki khasiat yang sangat bagus bagi tubuh. Produk dari Desa Mengesta memiliki potensi yang sangat baik di pasaran. Dengan kualitas yang sangat baik namun dengan harga yang sangat terjangkau.

Desa Mengesta juga memiliki makanan khas yang terbuat dari beras merah yang di kelola langsung oleh masyarakat lokal yang terdapat di Desa Mengesta seperti cemilan keripik beras merah. Makanan khas dari desa itu tersebut memiliki rasa yang manis dan asin dalam satu kemasan yang memiliki harga sangat terjangkau dengan rasa yang nikmat.


  • Share:

You Might Also Like

0 comments