REVIEW BIBIT REKSADANA SETELAH 6 BULAN BENERAN CUAN ?

Bibit Reksadana Review - Investasi Reksadana belakangan ini memang sedang booming di kalangan milenial, munculnya aplikasi reksadana seperti bibit, bareksa, tanam duit dan lainnya sekarang ini membuat semua orang mampu dengan mudahnya berinvestasi reksadana. Kali ini saya ingin berbagi pengalaman pribadi setelah memakai bibit kurang lebih 6 bulan. Dan untuk kalian yang masih bingung karena belum pernah bermain reksadana berikut saya jelaskan hal penting yang harus kamu ketahui juga 



1. BANYAK CASHBACK
Artikel ini tidak disponsori, melainkan memang pengalaman pribadi saya. Yang membuat saya senang dengan aplikasi reksadana Bibit ini karena memiliki promo cashback yang banyak. Dari mulai pendaftaran pernama kali kita akan mendapatkan cashback Rp 50.000 dengan memasukan kode referral bibit. 

Jangan lupa gunakan kode referal ' helgachrist ', karena mendapatkan modal Rp 50.000 secara cuma cuma saya anggap ini adalah modal yang kalau memang rugi ya sudahlah toh ada cashback gratis. Tapi ternyata tidak sampai disitu, setiap bulannya ada promo cashback tambahan entah dari pembayaran Gopay ataupun Link aja yang biasanya juga bagi bagi promo cashback lumayan banget kan. 

2. USER FRIENDLY
Yang saya suka dari Bibit ini sangat user friendly dari saya yang belum paham apa apa dari reksadana dipandu jadi lebih mudah. Pendaftaran di Bibit juga sangat mudah, dan 1 x 24 jam sudah berhasil di verifikasi. Di aplikasi bibit ini ada yang namanya Robo Advisor dimana profile kamu disesuaikan dengan reksadana tipe mana yang kira kira cocok untuk kamu.


Untuk pembayaran di Bibit sendiri menerima beberapa metode yaitu Gopay, Link aja, dan Transfer Manual (BCA). Transfer manual membutuhkan waktu yang lebih lama untuk diverifikasi, jadi sebaiknya gunakan metode pembayaran Gopay atau Link Aja. 


3. PILIH TIPE REKSADANA YANG TEPAT


Bagi orang awan reksadana kamu harus tahu bahwa ada 3 jenis yang ditawarkan yaitu Pasar Uang, Obligasi dan Saham. Ketiga nya ini memiliki resiko yang berbeda, Pasar Uang dari resiko yang terkecil hingga Saham dengan resiko terbesar. 

Jika kamu merupakan orang yang berani mengambil resiko tentunya pilihlah saham karena akan naik dan turun lebih cepat dan tentunya bisa untung maupun rugi dengan cepat. Sejauh ini saya mencoba ketiganya, Seperti contoh foto diatas adalah Pasar Uang yang saya beli Lancar Victoria Merkurius, untuk jenis pasar uang ini saya beli dengan jumlah yang cukup besar karena Pasar uang ini cenderung aman, naik terus walaupun memang tipis.

Membeli di reksadana ini tidak membutuhkan budget yang lebih, karena ada beberapa tipe reksadana yang bisa investasi mulai dari Rp 10.000 saja loh.

4. BELI KETIKA TURUN


Mungkin banyak orang yang stress apalagi ketika melihat saham yang turun seperti grafik diatas, hal ini yang saya alami ketika pertama kali membeli saham di reksadana, justru saya membeli ketika grafik sedang diatas. Dan ketika sekarang harga turun gimana? Jawaban yang tepat adalah BELI LAGI, JANGAN DIJUAL. Membeli ketika harga rendah akan membelikan kamu keuntungan yang maksimal tinggi menunggu ketika harga tinggi barulah kamu jual, itu yang saya lakukan selama ini.

Adapun yang harus diperhatikan dalam memilih unit reksadana adalah Bank kustodian yang ada di informasi setiap tipe reksadana. Misalnya kamu lihat bank kustodiannya adalah BCA, dan jika rekening kamu BCA juga otomatis gratis biaya transfer saat pencairan. Tapi ketika banknya berbeda maka akan dikenakan biaya transfer Rp 7.000, tapi akan ada cashback Rp 3.500. 

0 Response to "REVIEW BIBIT REKSADANA SETELAH 6 BULAN BENERAN CUAN ?"

Post a Comment

Iklan Bawah Artikel