PENGALAMAN BACKPACKER KE RAJA AMPAT PAPUA (PART 1)

By HelgaChrist - April 06, 2019

Raja Ampat, mungkin merupakan destinasi impian bagi kebanyakan orang, apalagi untuk para diver di Indonesia bahkan dunia. Juli lalu tepatnya gw berkesempatan untuk mengunjungi Raja Ampat sendirian berkat kenekatan gw. Bukan tanpa kendala, informasi tentang Raja Ampat masih sangat minum menurut gw jadi harus ekstra sabar. 

Pantai Friwen, Raja Ampat


Kali ini gw mau berbagi pengalaman tentang berapa sih budget ke sana yang dibutuhin, transport berdasarkan pengalaman gw sendiri dan tentunya dari tulisan gw ini bisa menjadi referensi buat kalian, terkadang memang eksekusi di lapangan berbeda dengan perencanaan. Di tulisan ini gw bakal membagi pengalaman mulai dari persiapan keberangkatan, perjalanan selama open trip hingga hari terakhir di Papua, selamat membaca!

Persiapan Keberangkatan 
Tentunya ke Raja Ampat sebenernya tidak ada di dalam list perjalanan gw, dikarenakan faktor yang katanya MAHAL dan yang paling penting gw TAKUT AIR jadi sebenernya akan sangat sia sia bagi gw ke Raja Ampat itu awal pikiran gw. Namun semuanya berubah saat Juli lalu akibat iseng iseng daftar volunteer trip di Maluku dan akhir keterima, mengingat harga tiket di Maluku yang tidaklah murah akhirnya gw berinisiatif harus ke Papua karena jarak dari Maluku ke Papua yang deket dan relatif murah, karena gw ga tau kapan lagi bisa ke Timur Indonesia sana. 

Jadi, gerbang awal untuk memasuki raja ampat adalah sorong, nah dari Ambon sendiri sebenarnya ada 2 pilihan mau naik kapal PELNI yang tidak sampai 200rb dengan durasi 1 hari 1malam atau naik pesawat dari Ambon waktu itu harga masih terjangkau gw beli dengan harga Rp 350.000 dengan maskapai Wings Air. Dikarenakan trip di Maluku sudah berhari hari naik kapal PELNI dan tau rasanya sangat tidak memungkinkan jika seorang wanita sendirian naik PELNI karena akan sangat ribet dikarenakan beberapa hal, mungkin nanti akan saya share pengalaman naik PELNI ke Indonesia bagian timur. Dan akhirnya memutuskan untuk naik pesawat saja. 

Hal yang paling penting jika merencanakan trip ke Raja Ampat yang akan sangat menekan budget adalah Jadwal flight dan open trip. Dikarenakan gw saat itu menyesuaikan jadwal karena dari Maluku sehingga waktu itu sampai di Sorong hari selasa. Dan ternyata gw baru tau kalo cari open trip ke Raja Ampat saat weekday itu sangat susah dan mahal! Jadi sebaiknya kamu kalo ke Raja Ampat cobalah untuk weekday. Saat itu gw menemukan open trip di hari rabu dengan harga Rp 3.500.000 untuk 3 Hari 2 Malam sudah all in dari sorong hingga kembali ke sorong (tidak sampai wayag). Waktu itu Wayag di tutup karena ombak yang besar sehingga tidak ada open trip yang berani kesana, untuk trip sampai Wayag itu biasanya Rp 5.000.000 tapi gw ketemu ada yang menawarkan harga Rp 3.500.000 bisa hub gw nanti gw kasih kontaknya beliau punya boat sendiri & homestay sendiri. Oh iya perbandingannya adalah jika weekend akan ada Open Trip one day Rp 1.500.000. Lumayan hemat budget untuk trip 1 hari ini karena kalian tidak menginap namun spot yang didatangi ini sama kok seperti trip gw 2 hari ini cuma bedanya kita bermalam saja. 

Kalo kalian dari Jakarta, enaknya biasanya ada flight yang sampainya subuh / pagi sehingga kalian bisa hemat uang penginapan di sorong dan bisa langsung ke meeting point open trip yaitu pelabuhan sorong. 

SAMPAI DI SORONG (HARI KE 1)

Kofiyau Homestay

Flight dari Ambon ke Sorong saat itu siang hari dan sampai di Sorong sekitar pukul 15.00, sebelumnya gw udah booking homestay di Sorong namanya Kofiyau waktu itu dengan harga Rp 120.000, penginapan memang sangat sederhana hanya kasur, meja dan kipas angin. Enaknya disini pemilik homestay sangat ramah dan baik jadi gw memesan H-1 dan H+1 dari Raja Ampat disini. Oh iya gw juga memesan juga antar jemput ke Bandara Sorong biar tidak terlalu ribet Rp 100.000 / sekali jalan, sebenarnya bisa naik angkutan umum karena sudah terlalu capek gw putuskan untuk minta jemput saja. Enaknya juga bisa menitipkan koper disini, jadi ga perlu berat berat ke Raja Ampat gw cuma bawa 1 ransel. Malamnya gw mencari makan ditemani oleh anak dari yang punya homestay, makanan di Sorong memang tergolong cukup mahal. Kalo martabak asin dipinggir jalan biasanya Rp 15.000 di Bali, tapi disini harga 2 lipat, begitu juga dengan makanan lainnya jadi ga heran kalo harga homestay termurah yang gw dapat ya di Kofiyau ini dengan fasilitas seadanya 

MENUJU RAJA AMPAT (HARI KE 2)
Keesokan paginya gw dijemput oleh supir dari open trip dan langsung menuju sebuah hotel untuk makan pagi disana bersama peserta lainnya, waktu itu yang ikut open trip ini hanya 4 orang saja termasuk gw. Jam 10 pagi kita berangkat menuju Waisai ( Gerbang Raja Ampat) dengan menggunakan Fast boat dari pelabuhan di Sorong sekitar 2 jam perjalanan. 

Sampai di Raja Ampat

Kota Waisai

Jam 12 siang kita sampai di Kota Waisai yang termasuk wilayah Raja Ampat, nah kita diajak untuk melihat kota Waisai dulu dengan mobil sekaligus untuk ke ATM karena ini cuma satu satu kesempatan kamu untuk narik uang cash.
Sebenarnya untuk masuk ke Raja Ampat ini membayar PIN raja ampat Rp 500.000/orang untuk tamu domestik dan Rp 1000.000 untuk tamu mancanegara yang katanya untuk biaya konservasi. Namun guide kami tidak membawa kami untuk membeli PIN karena katanya jarang ada pemeriksaan. Dan memang tidak jelas diarahkan untuk membeli PIN yang tertanya konter membeli pin itu cuma 1 meja kecil terlihat tidak profesional pengelolaan  di Raja Ampat ini mengingat biaya PIN tidak lah murah

Pelabuhan kecil di Waisai

Jam 2 siang, kami menuju pelabuhan yang lebih kecil di Waisai untuk menaiki kapal open trip kami,  oh iya sangat tidak disarankan pergi ke Raja Ampat saat sedang musin ombak seperti ketika kita datang, kapal oleng dan bikin deg degan. Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Friwen (1 jam perjalanan). Di Pantai Friwen ini sekaligus makan siang kita dengan nasi kotak. Pantai Friwen ini beneran bagus banget masih sepi dengan pasir yang putih dan air yang jernih. ini pantai terbaik yang gw kunjungi. Disini juga ada warung dan spot spot foto menarik.

Pantai Friwen


Sekitar 1 jam disana, akhirnya kita menuju Penginapan, 2 orang dari rombongan kami memilih stay di Resort dan 2 orang termasuk gw memilih di homestay di Pulau Mansuar. Karena kita ke resort terlebih dulu, jadi bisa sekalian snorkeling di Raja Ampat Dive Lodge.

Raja Ampat Dive Lodge / Spot Snorkeling


 Sekitar jam 5 sore kita sampai di homestay dan langsung memilih kamar, gw pilih di pinggir pantai. Sisa waktu kami habiskan untuk menikmati suasana pulau dan menikmati sunset, sangat indah. Ketika malam, makanan sudah siap disiapkan oleh ibu pemilik homestay, makan malam ini adalah yang terbaik selama di Papua.
view dari homestay


pemandangan sunset dari homestay



TOTAL PENGELUARAN DI HARI PERTAMA (TIDAK DIHITUNG PENGELUARAN PRIBADI SEPERTI MAKAN, BELANJA)

-Jemputan dari Bandara Rp 100.000
-Penginapan di Sorong Rp 120.000
-Open Trip Rp 3.500.000

Total Rp 3.720.000

Perjalanan pun dilanjutkan ke Hari ke 3, bisa dibaca di Part 2 di postingan selanjutnya ya disini 

oh iya kalo ada mau minta kontak open trip yang gw pake atau rekomenadasi kontak open trip yang one day bisa email helgachristina@yahoo.com atau DM aja di ig @helgachrist

  • Share:

You Might Also Like

0 comments